Qurban merupakan suatu aktivitas ibadah masyarakat Muslim dalam bentuk penyembelihan hewan ternak pada hari raya Idul Adha yang tata caranya diatur menurut kaidah syariah Islam. Hari Raya Idul Adha sendiri merupakan hari raya Istimewa bagi kaum Muslimin karena merupakan perayaan paling akbar, paling besar, sehingga sering disebut sebagai Raya Agung, meskipun hari raya idul Fitri sering dirayakan lebih meriah. Idul Adha dilakukan setahun sekali pada bulan Zulhijah, tanggal 10,11,12, dan 13 bersamaan dilaksanakan setelah Wukuf di Padang Arafah yang merupakan salah satu ritual terpenting dalam rangkaian ibadah Haji.
Qurban adalah produk Syariah Islam yang mengandung konsekuensi mengikat setiap Muslim untuk menjalankannya jika mampu sebagai sunah mu’aqad (dikuatkan, ditekankan untuk dilaksanakan, hampir menyamai ibadah wajib). Qurban bisa dilakukan atas nama individu, meskipun juga bisa dilakukan secara bersama-sama.
Adanya syariah Qurban dalam Islam merupakan salah satu bentuk dan wujud kesempurnaan Islam sebagai rahmatan lil’alamin, membawa rahmat universal untuk semua manusia. Selain itu, ibadah Qurban merupakan salah satu furqon, pembeda, yang menegaskan keunikan dan keunggulan Islam. Dengan demikian, melaksanakan Qurban adalah ibadah sekaligus syiar da’wah Islamiyah.
Qurban merupakan simbol penghambaan seorang muslim kepada sang khaliq, tanda kemukminan seorang muslim sejati, taat, dan taqwa. Qurban merupakan wujud rasa syukur seorang muslim kepada Allah SWT sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Qurban merupakan sarana menuju kesempurnaan ibadah dan ketaqwaan seorang Muslim.
Salah satu pahala ibadah qurban adalah bahwa dari setiap helai bulu ternak Qurban adalah kebajikan bagi sang pequrban. Jika dari setiap ternak terdapat sejuta helai bulu, maka sejuta kebajikanlah yang akan diraih oleh sang pequrban. Sedemikian besarnya pahala ibadah Qurban, sehingga sepatutnya setiap Muslim akan berusaha dengan segala kemampuannya untuk bisa menunaikannya.
Aktivitas Qurban adalah salah satu bentuk Syiar Dawah Islamiyah, sedangkan berda’wah merupakan kewajiban setiap Muslim kapanpun dan dimanapun. Melalui Qurban umat Islam bisa menunjukkan nilai-nilai dan keagungan Islam kepada umat manusia. Qurban sejatinya adalah kesediaan setiap muslim untuk peduli kepada orang lain.
Qurban adalah sarana da’wah masyarakat muslim, bukan sekedar acara ritual belaka. Qurban sebagai instrumen da’wah inilah yang menjadi salah satu kepentingan kita mengelola Qurban lebih profesional.
Saat ini pengelolaan qurban masih terkesan hanya sekedar agenda seremonial, kalaupun ada lembaga khusus yang menangani qurban skalanya masih sangat terbatas, bersifat lokal atau nasional dengan kemampuan menghimpun pequrban dalam jumlah kecil jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat muslim.
Hal ini bukan saja karena masyarakat muslim melakukan qurban secara tradisionil, sendiri-sendiri saja, tetapi bisa juga disebabkan oleh profesionalitas lembaga pengelola qurban yang masih lemah selain jumlahnya juga terbatas. Sehingga hasilnya tak cukup signifikan untuk menjadikan qurban ini sebagai alat propaganda da’wah yang fundamental, meluaskan syiar Islamiyah.
Qurban juga merupakan salah satu bentuk ibadah berdimensi sosial dalam Islam. Dengan beribadah qurban merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial masyarakat Muslim kepada sesamanya. Ibadah qurban merupakan sarana pengokohan manusia sebagai mahluk sosial, karena qurban pastilah ditujukan untuk orang lain. Qurban sekaligus merupakan sarana untuk melatih kesucian jiwa, melatih kepekaan dan kepedulian sosial. Sehingga Qurban bisa merupakan sarana yang efektif untuk membangkitkan solidaritas sosial.
Qurban juga bisa menjadi sarana untuk membangun dan mengokohkan persaudaraan antar sesama, bisa berfungsi sebagai salah satu bentuk instrumen jaminan sosial dalam Islam dan yang paling penting Qurban haruslah menjadi sarana untuk melatih kedermawanan (philanthropy), sehingga bisa berperan sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan, bisa berperan untuk membangun kesejahteraan.
Fungsi ekonomi Qurban
Qurban identik dengan ternak, tidak bisa dipisahkan dengan hewan ternak. Ternak, apapun jenisnya, merupakan asset ekonomi. Sehingga ibadah qurban sejatinya juga merupakan aktivitas ekonomi.
Aktivitas ekonomi merupakan sumber kesejahteraan masyarakat, sehingga haruslah merupakan proses yang terorganisir. Ternak sebagai asset ekonomi merupakan salah satu sasaran, tujuan, dan target dari ibadah qurban. Karenanya fungsi ekonomi qurban adalah memperkuat asset ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.
Yang menjadi soal sekarang adalah masih relatif minimnya pemahaman banyak dari masyarakat Muslim terhadap Islam, termasuk didalamnya seluk beluk tentang qurban, kurangnya sosialisasi tentang qurban kepada masyarakat. Selain dari itu, kemiskinan yang mendera masyarakat muslim, sehingga mayoritas masyarakat Muslim tidak memiliki kemampuan berqurban. Sementara untuk kelas menengah atas Muslim, masih perlu terus dilakukan pemasyarakatan edukasi tentang keutamaan berqurban.
Soal lain adalah pelaksanaan qurban yang sebagian besar masih tradisional, belum terorganisir dengan baik. Lembaga yang khusus menangani qurban masih sangat terbatas, lembaga pengelola qurban masih belum profesional : pengelolaannya masih belum cukup serius, masih temporer belum dikelola secara reguler, SDM pengelolanya bekerja alakadarnya, bukan SDM pilihan yang profesional.
Belum ada lembaga pengelola qurban yang benar-benar dipercaya publik, pengelolaan qurban melalui lembaga masih merupakan paradigma baru, eksperimen baru dan fungsi Qurban sebagai alat syiar da’wah yang signifikan hanya akan berhasil jika qurban dikelola secara terorganisir melalui kelembagaan. Jadi mengelola qurban melalui lembaga adalah solusi
Qurban dan Humanity
Humanity padanan katanya adalah kemanusiaan. Makna humanity berkaitan erat dengan nilai-nilai, perasaan, dan tanggungjawab manusia atas manusia lainya baik dalam skala individu maupun komunitas mikro maupun makro.
Nilai-nilai dan perasaan humanity merupakan prinsip dasar (fitrah) setiap manusia sekaligus menjadikannya sebagai ukuran moral hidup manusia. Perasaan “kemanusiaan” adalah anugerah dan modal hidup manusia untuk eksis.
Manusia yang tidak memiliki atau hilang rasa kemanusiaannya adalah bukan manusia sejati, bahkan akan menjadikanya sebagai sumber biang permasalahan kemanusiaan itu sendiri. Humanity haruslah menjadi sebuah harmoni, bukan sebaliknya. Semua perbuatan destruktif manusia akan menyebabkan hilangnya harmoni itu. Oleh karena itu menegakkannya adalah tugas dan tanggungjawab setiap manusia.
Fungsi humanity bersifat universal, berlaku umum : bisa dijalankan dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Mengatasi atas gangguan terhadapnya adalah tugas bersama kita sebagai manusia. Tanggungjawab kemanusiaan manusia atas manusia lainya adalah ibadah, menjadi ukuran posisi dan derajat manusia dihadapan Tuhannya. Oleh karena itu Qurban sebagai ibadah sosial bisa menjadi solusi untuk membantu membangun harmoni kemanusiaan, membantu mengatasi problem kemanusiaan yang saat ini melanda umat manusia berupa kemiskinan, konflik, bencana alam, ketidakadilan, keserakahan, kesenjangan, dan berbagai permasalahan kemanusiaan lainya.
Kondisi seperti inilah yang menjadi alasan dan motivasi penting bagi kita untuk mengelola program qurban ini secara sistematis dan dilaksanakan dengan profesional, dengan harapan bisa menjadi kontributor dan solusi atas problem kemanusiaan.
Qurban dan Solidaritas
Qurban berkaitan erat dengan solidaritas yang sejatinya merupakan salah satu tujuan dari ibadah Qurban, yang merupakan cerminan sikap, akhlak, dan moral. Solidaritas merupakan parameter, prinsip, dan fitrah kemanusiaan, yang tercermin melalui nilai, karakter, dan budaya. Sehingga, solidaritas adalah solusi berbagai persoalan sosial-kemanusiaan, dan bisa menjadi instrumen dalam memperkuat kebersaman, kepedulian, toleransi, dan perdamaian.
Dunia saat ini dihadapkan pada persoalan kurangnya solidaritas antar bangsa. Masyarakat yang tidak solider adalah masyarakat yang berpenyakit. Berbagai permasalahan sosial kemanusiaan yang mendera masyarakat dunia saat ini diantaranya disebabkan karena hilangnya jiwa solider ini dari hati manusia. Masyarakat yang solider adalah masyarakat yang peduli, masyarakat yang berlaku adil, tidak serakah, dan masyarakat yang damai dan salah satu tujuan dari program qurban itu adalah membangun budaya solider masyarakat.
Buktikan Qurbanmu !
Idul Adha semakin dekat, sementara berbagai peristiwa besar berupa bencana alam melanda tanah air, gempa Jawa Barat dan Sumatera berdampak pada saudara-saudara kita diuji kesabarannya karena kehilangan nyawa orang-orang yang dicintai, rumah, penghidupan dan harta yang dikumpulkan dari kerja keras seumur hidup.
Hati kita pun diketuk, ladang amal telah dibentangkan, dan Allah SWT memberikan kesempatan untuk kita dengan moment Idul Qurban. Moment dimana kita “ditantang” untuk membuktikan cinta kita kepadaNya, dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita. Wallahualam bissawab..
(Ahyudin)
|