Audit Keuangan ACT 2009 Wajar Tanpa Pengecualian. Laporan lengkap lihat di sini
Berita
Peresmian Balai Kegiatan Usaha untuk Korban Gempa, Kolaborasi ACT dan NEC dalam Program West Sumatera Recovery
Ditulis oleh Melly
16-12-2009

Pariaman, 16 Desember 2009., Nippon Electric Company (NEC) melalui aktifitas NEC Make a Difference Drive (NMDD) kembali menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu perusahaan yang peduli terhadap sesama, bekerjasama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) Foundation mendirikan Balai Kegiatan Usaha (BKU) untuk korban Gempa Sumatera Barat. Berlokasi di kompleks Integrated Community Shelter (ICS) ACT di Jorong Pala Pulo Air, Nagari Tandikat, Kec. Patamuan, Kab. Padang Pariaman, BKU meliputi usaha rumah bordir, mesin jahit, mesin parut kelapa, dan pembagian bibit buah papaya jenis premium. Selain itu, NMDD juga membagikan puluhan paket perlengkapan sekolah bagi seluruh anak-anak yang bersekolah di Sekolah Nyaman di kompleks ICS –ACT Tandikat tersebut.

Peresmian BKU dilaksanakan pada 16 Desember 2009 oleh Takeshi Tsukamoto, Presiden Direktur PT. NEC Indonesia dan Sigit Ikko Sugondo, VP Partnership & Communications ACT Foundation. Hadir pula Bambang Tri Puspito (General Manager NEC) bersama puluhan relawan NMDD. Simbolis penyerahan donasi berupa bibit papaya diterima langsung oleh Wali Korong Bapak Rifa’i, mesin pemeras kelapa diterima oleh wakil Pemuda setempat yang sekaligus adalah penanggung jawab dari pelaksana harian BKU yaitu Bapak Erik, sementara mesin jahit dan mesin bordir diterima oleh wakil warga Ibu Yuli yang aktif menjadi Pembina dari ibu-ibu warga ICS. Tak ketinggalan, perlengkapan sekolah juga diserahterimakan kepada lima orang anak wakil dari seluruh murid SD di kompleks ICS Tandikat.

 

Pada kesempatan ini rombongan juga berkeliling area ICS, berdialog dengan para penghuni ICS, dan berbagi kebahagiaan dengan berbagai acara hiburan sederhana. Juga turut aktif dalam acara ini dari kelompok 1001 Buku yang memberikan Trauma Healing sebagai bagian dari kegiatan rutin ACT sejak beberapa hari setelah bencana terjadi. Kelompok 1001 Buku juga berencana segera mengaktifkan Perpustakaan seperti yang telah dilakukan di kompleks ICS-ACT yang lain di lokasi Ambung Kapur, Sungai Sariak.

 

“NMDD adalah bagian dari kegiatan NEC Worldwide, sebagai wujud dari kepedulian perusahaan terhadap saudara-saudara yang membutuhkan, terutama dimana perusahaan NEC berada. Khususnya di Sumatera Barat, yang ingin dilakukan adalah membantu bangkitnya kembali perekonomian yang sempat terhenti akibat bencana yang diderita oleh saudara-saudara kita korban gempa” ujar Takeshi Tsukamoto pada kesempatan memberi sambutan pada peresmian BKU.

 

Rombongan juga mengunjungi desa dimana terjadi longsor parah yang memakan korban ratusan penduduk desa tersebut, setelah gempa 7,6 SR mengguncang Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Wilayah Tandikat adalah salah satu wilayah terdampak gempa paling parah.

 

“Ini bukan kali pertama NEC dan ACT Foundation menjalin kerjasama dalam kegiatan kemanusiaan. Walaupun yang kami lakukan masih sangat terbatas, kami berharap kerjasama ini akan terus berkembang, dan bisa saling menginspirasi untuk terus berbuat yang terbaik bagi siapa saja saudara-saudara kita yang membutuhkan.” Demikian Bambang Tri Puspito, GM NEC berujar pada kesempatan wawancara. 

 

ACT (Aksi Cepat Tanggap) menangani korban bencana secara komprehensif sejak emergency, rescue, relief, medic, hingga recovery. Dari mulai evakuasi korban, manajemen posko dan logistik, distribusi hingga ke tempat-tempat yang sulit dijangkau, menyediakan tenda-tenda emergency untuk pengungsi, kemudian menjadi tenda untuk keluarga, kemudian membangun ICS atau “Hunian Nyaman Terpadu” bagi mereka yang masih harus menunggu lebih lama untuk dapat menempati rumah mereka kembali. Di kawasan ICS dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai, sarana ibadah, sekolah, klinik, dapur umum, area bermain anak, area olah raga, dan tentu saja ketersediaan air bersih.


Khusus di Sumatera Barat, ACT meluncurkan program ACT-West Sumatera Recovery (WSR) sebagai program kelanjutan penanganan korban bencana di Sumatera Barat. Bangunan fisik yang menggantikan reruntuhan masjid, sekolah, rumah sakit, dan rumah-rumah penduduk, adalah keniscayaan sebagai bagian dari program WSR. Sebagai sebuah permulaan, tanda bahwa sebuah kehidupan permanen tengah dimulai kembali. Namun tak cukup dengan pembangunan fisik, yang lebih penting lagi adalah pembangunan manusia, melalui berbagai program sosial – ekonomi, seperti Trauma Healing, program pendidikan, program-program khusus untuk anak-anak, program pemberdayaan wanita, dan program pemberdayaan ekonomi, sebagaimana tercakup dalam pendirian BKU kerjasama NEC dan ACT Foundation. (andips)

www.actforhumanity.or.id


Bookmark and Share
Berita Lainnya...
Index Berita

 

Di Audit Oleh:


Syarief Basir & Rekan
Registered Public Accountants

Mudah Berdonasi:


Net Banking

Pay Pal
 

Jemput

List Donasi

Klik di sini untuk melihat donatur dan donasinya

Konfirmasi / Cek Donasi Anda


Konfirmasi

Cek

Merchandise Kemanusiaan

Beli Berarti Donasi untuk Paket Pangan Bergizi. Pilih Merchandise dengan mengklik gambar.


Kaos T-Shirt  "Are We Human Enough?" HitamRp.150.000,-/bh

Kaos T-Shirt “The Generous Generation” Putih Rp.150.000,-/b. Tersedia ukuran M dan L.

[Kode : TB001]-Kaos T-Shirt  "Saves Lives" HitamRp.150.000,-/bh

 

Login Sabahat ACT

ID Sahabat
Sandi

Daftar Sahabat ACT
Action Club, Relawan

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B-8
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Ciputat 15419 Indonesia
Ph.+62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664
info@actforhumanity.or.id

 

ACT Online :

Ugi sugih_hartanto

Mimis mi2s84

Film Pendek Kemanusiaan

PALESTINA

Get Flash to see this player.

Video Lainnya...
 
Video Lainnya...

Aksi Kemanusiaan bersama Mitra

Berita Foto

Ayo Gabung dalam barisan hati

Dan jadilah seorang ACTioner!

 

Ayo Gabung Menjadi Relawan

Dan jadilah seorang Relawan!

 

Sedekahku

Website Aksi Cepat TanggapSedekah untuk menyelamatkan anak gizi buruk

 

 

Aqiqahku

Website Aksi Cepat TanggapAqiqah untuk menyelamatkan keluarga gizi buruk dan rawan pangan

 

Member of ACT


Mitra Kami