| Berita | |
| Roadshow Trauma Healing ke 21 Sekolah di Daerah Bencana Sumatera Barat (2) | |
| Ditulis oleh Beni | |
| 16-12-2009 | |
![]() Hari Ketiga : 10 Desember 2009 SDN 10 Padang Sago Waktu : 08.30 Tim Trauma Healing ACT melanjutkan road trip Trauma Healing dalam rangkaian acara Trauma Healing DMII-ACT dan Rinso, ke SDN 10 Padang Sago. Tim TH diterima dengan sangat baik di SDN 10 Padang Sago. Siswa-siswa sudah tidak sabar memulai acara Trauma Healing ini.
Ibu Anzah, Kepala Sekolah SDN 10 Padang sago menuturkan bahwa acara trauma healing ini sangat baik untuk menghilangkan masalah-masalah fisik maupun emosi secara cepat, mulai dari rasa takut, cemas, sedih, kecewa, stress, fobia, trauma, dan masalah fisik diantaranya, mual, mulas, sakit kepala berkepanjagan,dll. Beliau menambahkan, acara ini akan lebih baik jika dilakukan secara rutin.
Tampak wajah-wajah ceria setelah terapi dilaksanakan, seakan trauma gempa telah lenyap dari benak mereka untuk selamanya.
SDN 8 Patamuan Waktu : 10.30 Setelah melakukan training di SDN 10 Padang Sago, acara TH kemudian dilakukan di SDN 8 patamuan. Tim TH DMII-ACT datang saat anak-anak beristirahat setelah dua jam belajar. Kedatangan tim TH disambut gembira dan penasaran dari siswa-siswa sekolah. Beberapa orang anak langsung menghampiri tim TH dan menanyakan akan ada acara apa. Tim TH kemudian menjelaskan akan dilaksanakan trauma healing yang akan diisi dengan simulasi dan permainan-permainan. Mendengar penjelasan ini siswa yang semenjak tadi mengerubungi tim TH tampak gembira.
Acara Trauma Healing yang dilakukan (walaupun) di dalam tenda darurat, namun tidak menyurutkan antusiasme siswa untuk tetap fokus dalam acara.
Acara dimulai dengan menguji kekompakan siswa dalam menyahut yel-yel yang telah dibuat oleh trainer Trauma Healing, Ima Lesmana. Keriuhan dan sorak sorai terjadi ketika beberapa orang siswa diminta maju untuk memperkenalkan diri mereka dan menyebutkan cita-cita mereka. Acara TH ini selain bertujuan menghilangkan trauma atas kejadian yang telah terjadi, juga bertujuan agar anak-anak dapat menatap masa depan dengan optimis.
Ibu Tani, Wakil Kepala Sekolah SDN 8 Patamuan mengatakan bahwa acara ini sangat bagus. Anak-anak sangat senang dalam mengikuti acara ini. Menurut beliau, acara ini sangat bagus untuk perkembangan anak pasca gempa yang melanda Sumatera Barat.
SDN 07 Patamuan Waktu : 12.00 Acara Road Trip Terapi Trauma Healing yang dilakukan DMII-ACT dengan Rinso, berlanjut ke SDN 07 Patamuan. Walaupun acara dilakukan pada siang hari, setelah murid-murid menyelesaikan pelajaran sekolah mereka, namun siswa tetap antusias dalam menjalani acara ini.
Siswa sangat antusias dalam menjalani terapi ini. Acara dimulai dengan perkenalan singkat tim Trauma Healing. Anak-anak sangat antusias ketika tim TH mengadakan games pengasah konsentrasi. Wajah-wajah takjub sangat jelas terlihat ketika Trainer Trauma Healing menampilkan permainan Mind Games. Rangkaian permainan yang telah didesain ini bertujuan untuk memupuk kepercayaan diri siswa dalam menapak masa depan yang sangat penting bagi kehidupan mereka kelak.
Hari Ke Empat : Sabtu, 12 Desember 2009 SDN 01, 15, 17, dan 51 Bungo Pasang Waktu : 08.15 WIB Setelah beristirahat selama satu hari dikarenakan seluruh SD di Sumatera Barat tengah mengadakan Ujian, tim Trauma Healing melanjutkan Road Trip Terapi Trauma Healing pada hari Sabtu, 12 Desember, Tim Trauma Healing (disingkat TH) DMII-ACT beranjak ke Desa Bungo Pasang yang menempuh jarak sekitar 45 menit dari kantor ACT, West Sumatera Recovery.
Acara dilakukan pada satu lokal yang berisi empat sekolah, yakni SDN 01, 05, 17, dan 51 Bungo Pasang. Sepanjang acara terapi kelining yang dilakukan oleh DMII-ACT dan Rinso, ini adalah pelatihan dengan jumlah peserta terbanyak yang dilaksanakan dengan satu waktu. Total siswa yang mengikuti training mencapai 576 orang, sebuah angka yang sangat fantastis.
Acara yang dilakukan di lapangan terbuka ini menyedot perhatian seluruh siswa yang berada di sekolah. Terapi dimulai dengan membangun kedekatan antara siswa dengan trainer. Hal ini tidak mudah mengingat jumlah siswa yang banyak dan acara yang dilakukan outdoor. Riuh rendah dan tawa riang menggema di lokal SD Bungo Pasang, ketika Ima Lesmana, trainer TH, memberikan games konsentrasi kepada siswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan terapi trauma healing dengan metode EFT (Emotional Spiritual Technique) dan SAT (Spiritual Accupressure Technique).
Wakil Kepala Sekolah SDN 51 Bungo Pasang, Syahnuar, mengatakan bahwa setelah dilakukan acara ini siswa-siswa merasa senang. Syafrizal, 11 tahun, siswa kelas 5 SD mengatakan bahwa setelah acara ini diadakan, ia tidak takut lagi akan gempa.
Hari Ke Empat : Senin, 14 Desember 2009
SDN 05 Air Tawar Waktu: 09.00 Wib Senin, 14 Desember 2009, Tim Trauma Healing DMII-ACT yang bekerja sama dengan Rinso, melaksanakan terapi tarauma healing di SDN 05 Air Tawar. Perjalanan 15 menit menuju lokasi dengan mobil menghantarkan tim trauma healing ke SDN 05 Air Tawar.
Pemandangan pertama yang dilihat oleh tim TH adalah sekolah yang porak poranda akibat gempa. Satu gedung sekolah hancur luluh lantak. Hanya beberapa kelas yang dapat bertahan, dengan renovasi seadanya, siswa dapat menempati sekolahnya kembali, namun tentu saja dengan perasaan tak menentu (tidak aman) ketika belajar.
Tim TH DMII-ACT dan Rinso, disambut dengan sangat baik. Ibu Mardiana, Kepala Sekolah, menuturkan bahwa gempa hebat telah melanda sekolah mereka. Banyak bangunan yang hancur akibat gempa. Untuk beberapa waktu siswa tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Beberapa siswa juga trauma akibat gempa.
Training dimulai dengan melakukan permainan konsentrasi yang menarik minat siswa mengikuti training. Permainan ini berguna selain mendekatkan emosi antara siswa dengan trainer, juga bertujuan menggiring alam bawah sadar anak ke fase Teta. Selama berabad-abad, gelombang teta telah digunakan sebagai aktifitas pengobatan.
Setelah fase teta telah didapat, siswa diajak melakukan terapi untuk diri mereka sendiri dengan megikuti gerakan yang dicontohkan trainer TH dengan memasukkan sugesti-sugesti ke dalam diri. Sugesti yang dimasukkan diantaranya agar tidak cemas dan takut akan gempa. Proses memasukkan sugesti dilakukan berbarengan dengan tapping 18 titik di tubuh. Sugesti juga dilakukan dengan menepuk-nepuk pundak teman sebelah siswa, memasukkan sugesti agar siswa rajin dan menjadi orang berhasil di kemudian hari. (beni/andips)
www.actforhumanity.or.id
|
|
| Berita Lainnya... |
![]() Net Banking |
![]() Pay Pal |
![]() Jemput |
| Klik di sini untuk melihat donatur dan donasinya |
![]() Konfirmasi |
![]() Cek |
Beli Berarti Donasi untuk Paket Pangan Bergizi. Pilih Merchandise dengan mengklik gambar.
Film Pendek Kemanusiaan
| PALESTINA |
| Video Lainnya... |
|
Video Lainnya... |
Aksi Kemanusiaan bersama Mitra
Berita Foto